Kab Bandung Barat, Radarinterpol.com –Ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SMP tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB) Tahun 2026 resmi berakhir setelah partai final antara Kecamatan Padalarang vs Kecamatan Cipatat (3-0), di Lapangan Universitas Advent Indonesia, Kec.Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 23/7/2026.
Selama empat hari pelaksanaan dimulai pada Senin–Kamis, 20–23 Juli 2026, seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga menghasilkan Kecamatan Padalarang sebagai juara 1, untuk juara 2 Kecamatan Cipatat, sedangkan Cikalongwetan dan Cisarua berbagi peringkat ketiga.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafrudin, S.Pd., M.Pd., M.A.P., mengapresiasi seluruh peserta, panitia, wasit, serta pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan GSI tahun ini.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit pesepak bola muda berbakat di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, selama empat hari pelaksanaan GSI berjalan lancar sampai pertandingan final. Juara tingkat Kabupaten Bandung Barat ini nantinya akan mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat pada GSI tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Edy.
Ia menjelaskan, tim yang akan diberangkatkan ke tingkat provinsi tidak sepenuhnya diisi oleh tim juara. Sekitar 70 persen pemain berasal dari tim juara, sedangkan 30 persen sisanya merupakan pemain pilihan dari sejumlah tim peserta yang dinilai memiliki kualitas terbaik. Seluruh pemain kemudian akan disatukan menjadi skuad terbaik Kabupaten Bandung Barat.

Edy mengungkapkan, Kecamatan Padalarang kembali mempertahankan dominasinya dengan meraih gelar juara untuk keempat kalinya secara beruntun. Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi pembinaan olahraga sepak bola usia sekolah yang dilakukan di wilayah tersebut.
Untuk menghadapi GSI tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Agustus 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat akan menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) selama sekitar 10 hari. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kekompakan tim, menyatukan ritme permainan, serta memperkuat kerja sama antarpemain agar tampil lebih kompetitif.
“Kita ingin membentuk tim yang solid, memiliki irama permainan yang sama, sehingga mampu bersaing di tingkat provinsi. Target kami tahun ini minimal bisa melangkah ke semifinal, bahkan kalau memungkinkan menembus partai final,” katanya.
Menurut Edy, Kabupaten Bandung Barat telah mengikuti GSI sejak 2023 dan sejauh ini pencapaian terbaik masih berada di babak delapan besar tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia berharap pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi bekal berharga untuk meraih hasil yang lebih baik pada edisi 2026.
Selain mengejar prestasi, Edy menegaskan bahwa GSI memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Melalui kompetisi tersebut, siswa diajarkan sportivitas, disiplin, kerja sama, serta kemampuan berinteraksi dengan peserta dari berbagai sekolah, sehingga olahraga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter di lingkungan sekolah. (Hendra)
















