Example floating
Example floating
PemerintahanRegionalTNI

Bupati Hadir, Wabup Tak Lagi Terlihat di Turnamen Mini Soccer Pollung

338
×

Bupati Hadir, Wabup Tak Lagi Terlihat di Turnamen Mini Soccer Pollung

Share this article
Example 468x60

HUMBAHAS, Radarinterpol.com — Kehadiran Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., pada Turnamen Mini Soccer dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Kecamatan Pollung, Sabtu (19/9/2026), mendapat perhatian masyarakat.

Pantauan di lokasi, Wakil Bupati Humbang Hasundutan Junita Rebeka Marbun disebut sempat hadir sebelum Bupati dan rombongan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan tiba. Hal itu antara lain terlihat dari mobil dinas Wakil Bupati yang masih terparkir di depan Kantor Camat Pollung.

Namun, setelah Bupati Oloan bersama rombongan tiba dan menempati tempat yang disiapkan panitia, Wakil Bupati tidak lagi terlihat mengikuti rangkaian kegiatan.

Seorang warga yang berada di lokasi mengatakan, Wakil Bupati sebelumnya memang terlihat datang, namun kemudian meninggalkan lokasi.

«“Na pasti Imana ro tusan nakkin, pas sahat hami disi dope mobil na parkir. Dung hundul Pak Bupati di podium i, tiba-tiba hilang Ibu Wakil, hape nga mulak,” ujar warga tersebut.»

Perbedaan waktu kehadiran itu kemudian menjadi perhatian sejumlah warga. Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat dimaknai sebagai persoalan etika maupun konflik internal pemerintahan, karena alasan Wakil Bupati meninggalkan lokasi belum diketahui.

Terlebih, pejabat publik dapat memiliki agenda atau tugas lain yang tidak berkaitan dengan kegiatan tersebut.

Turnamen yang digelar Karang Taruna bersama SSB Pollung itu diikuti 42 tim, terdiri dari 14 tim kategori SD, 15 tim SMP, dan 13 tim umum. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Oloan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan olahraga yang dinilai dapat membangun sportivitas, disiplin, kebersamaan dan karakter generasi muda.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya anggota DPRD Humbang Hasundutan Poltak Purba dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Lambok Simamora.

Warga berharap kegiatan masyarakat seperti turnamen tersebut mendapat dukungan dari seluruh unsur pimpinan daerah. Namun, mereka juga menilai kehadiran maupun ketidakhadiran pejabat merupakan hal yang perlu dilihat secara proporsional.

“Kami tidak mau tahu apa masalah mereka di kantor sana. Kami sebagai masyarakat berharap kehadiran mereka di tengah masyarakat yang kami utamakan. Bupati hadir, namun Wabupnya pergi,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan dari Wakil Bupati Junita Rebeka Marbun mengenai alasan meninggalkan lokasi kegiatan.

Klarifikasi dari pihak Wakil Bupati dinilai penting agar publik memperoleh informasi yang utuh dan pemberitaan tidak berkembang berdasarkan asumsi.

Pada akhirnya, persoalan utama bukan mengenai kewajiban Bupati dan Wakil Bupati untuk selalu hadir bersamaan, melainkan perlunya informasi yang jelas mengenai dinamika yang terlihat dalam kegiatan publik tersebut. (P.Lumbangaol)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *