Example floating
Example floating
PemerintahanRegionalUmum

34 Warga Cipeundeuy Dirawat, Kades Bantah Ada Kepastian Keracunan MBG.

353
×

34 Warga Cipeundeuy Dirawat, Kades Bantah Ada Kepastian Keracunan MBG.

Share this article
Example 468x60

KBB, Radarinterpol.com—Kepala Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Suhendar memberikan klarifikasi terkait kegiatan wisata pemerintah desa ke Pangandaran yang berlangsung di tengah kondisi sejumlah warga, termasuk siswa SDN 2 Cipeundeuy, yang mengalami gangguan kesehatan berupa demam dan diare.

Asep menjelaskan, kegiatan wisata tersebut bukan kegiatan yang dilakukan secara mendadak, melainkan telah direncanakan sejak 2025 dan baru direalisasikan pada 2026. Pesertanya melibatkan unsur Pemerintah Desa Cipeundeuy dan berbagai lembaga desa, mulai dari perangkat desa, BPD, LPMD, RT, RW, Linmas, Posyandu hingga PKK.

Menurut Asep, kegiatan wisata tersebut kemudian menjadi sorotan karena waktunya bertepatan dengan munculnya kasus warga yang mengalami sakit pada Jumat (11/9/2026) hingga Sabtu (12/9/2026).

Namun, ia menegaskan hingga Senin (14/9/2026) belum ada kepastian bahwa gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Belum pasti karena belum ada sampel atau hasil lab yang memastikan itu keracunan MBG. Ini karena serentak, tetapi kalau misalkan itu MBG, berarti semua SD. SD 1 tidak satu pun yang terpapar, hanya SD 2,” kata Asep saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).

Asep mengatakan, dirinya telah mendatangi sejumlah warga yang sakit, baik yang masih menjalani perawatan maupun yang sudah diperbolehkan pulang. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, keluhan yang dialami relatif sama, yakni demam dan diare. Kondisi tersebut tidak hanya dialami anak-anak, tetapi juga warga dewasa, termasuk beberapa orang berusia di atas 50 tahun.

Ia menyebut terdapat warga yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Di RS Cibabat, misalnya, terdapat 8 pasien yang masih menjalani perawatan, sedangkan di RS IMC terdapat 11 pasien. Sementara pasien di RS Graha 1 pasien disebut kondisinya mulai membaik dan sebagian sudah diperbolehkan pulang.

“Orang tua ada empat, totalnya 34 yang dirawat. Hari ini sudah banyak yang pulang. Sebagian sudah di rumah dan tadi saya langsung ke rumahnya. Siswa sudah ada yang mau sekolah,” ujarnya.

Asep mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga. Ia juga belum menerima konfirmasi dari pengelola MBG mengenai dugaan keterkaitan makanan dengan kondisi para siswa.

“Saya ke rumah sakit, yang sakit bukan anak-anak saja, ada orang tua juga. Penyakitnya sama, panas dan mencret-mencret. Makanya keracunan ini belum ada kepastian dari keracunan MBG. Ini masih dalam tahap pemeriksaan, mungkin apakah karena cuaca, karena penyakitnya panas dan mencret,” katanya.

Asep menerangkan, kasus tersebut juga dilaporkan hanya terjadi pada siswa SDN 2 Cipeundeuy. Sementara sekolah lain di wilayah tersebut, termasuk SDN 1, PAUD dan TK, sejauh ini tidak dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Begitu mendapat laporan dari RW setempat mengenai adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan, Asep mengaku langsung mengerahkan ambulans dan staf desa untuk membantu membawa serta menangani warga yang membutuhkan pertolongan medis.

“Begitu telepon, langsung saya ke lapangan. Saya langsung bawa ambulans. Ini berkat staf saya yang sigap semua. Pasien tidak ada yang terlantar dan semuanya teratasi,” ucapnya.

Ia menuturkan pelayanan terhadap warga tetap dilakukan tanpa melihat apakah pasien memiliki kepesertaan BPJS atau tidak. Staf desa akan membantu proses administrasi hingga pasien mendapatkan penanganan medis.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Cipeundeuy juga berencana mendirikan posko pengaduan dan pelayanan selama 24 jam. Posko tersebut akan dilengkapi ambulans untuk mempermudah penanganan apabila kembali ditemukan warga yang membutuhkan pertolongan.

“Saya akan berkoordinasi dengan dokter Puskesmas seperti apa ini. Hari ini desa akan membuat posko 24 jam, standby dengan ambulansnya. Jadi kalau malam ada lagi seperti itu, sudah siap,” jelas Asep.

Ia berharap informasi mengenai kasus tersebut dapat disampaikan secara berimbang dan menunggu hasil pemeriksaan sebelum menyimpulkan penyebab penyakit yang dialami warga.

Asep juga meminta agar pemberitaan tidak menimbulkan kesan negatif terhadap jajaran Pemerintah Desa Cipeundeuy yang menurutnya telah bergerak membantu warga sejak menerima laporan.

“Intinya mungkin kita verifikasi. Jangan sampai pemberitaan-pemberitaan yang kurang bagus. Kasihan staf saya capek-capek tidak tidur, akhirnya ada serangan-serangan yang tidak enak. Makanya sekarang saya klarifikasi,” tuturnya.

Asep menambahkan, Pemerintah Desa Cipeundeuy akan terus memberikan pelayanan dan kemudahan bagi masyarakat. Selain penanganan warga yang sakit, pelayanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, KK, dan akta kelahiran juga diberikan secara gratis. (Hdr).

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *