Humbahas,radarinterpol.com —Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan pada 24–25 September 2026 di Mess Pemkab Baktiraja.
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan, para narasumber dan instruktur, pemerintah kecamatan dan desa, serta seluruh peserta.
Bupati menegaskan bahwa bencana tidak sepenuhnya dapat dicegah. Namun, risiko dan dampaknya dapat dikurangi melalui perencanaan, pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Menurut Bupati, penanggulangan bencana tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Upaya penanggulangan harus dipersiapkan sejak sebelum bencana melalui peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh unsur masyarakat dan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan, Bernard Simamora, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap ancaman dan risiko bencana, kemampuan melakukan pencegahan dan mitigasi, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan ini diikuti 50 orang peserta dari 10 Desa Tangguh Bencana (Destana), dengan narasumber berasal dari F2KB dan Basarnas Pos SAR Danau Toba. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah masing-masing. Sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan serta masyarakat semakin tangguh dalam menghadapi bencana. (P.Lumbangaol)
















