Example floating
Example floating
OrganisasiPemerintahanRegional

Sinergi Pemkot Cimahi dan World Bank: Akselerasi Pengelolaan Sampah Menuju “Zero to TPA”

532
×

Sinergi Pemkot Cimahi dan World Bank: Akselerasi Pengelolaan Sampah Menuju “Zero to TPA”

Share this article
Example 468x60

Cimahi, Radarinterpol.com—Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menerima kunjungan kerja dari tim World Bank, Central Project Management Unit (CPMU), dan Central Project Implementation Unit (CPIU) pada hari Senin (18/5/2026). Kunjungan ini merupakan agenda Implementation Support Mission (ISM) untuk mengevaluasi program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan diskusi di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi dan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan secara langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong.

​Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyatakan bahwa penanganan sampah di kawasan perkotaan kini menjadi tantangan yang sangat serius, terlebih dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang sudah mengalami kelebihan kapasitas. Oleh karena itu, kehadiran lintas kementerian dan World Bank ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat solusi persoalan sampah di Kota Cimahi.

​Sebagai langkah nyata, Pemkot Cimahi terus menggalakkan kebijakan Zero to TPA. Kebijakan ini berfokus pada pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah dari sumbernya sebelum dibuang ke muara akhir.

​Untuk mendukung akselerasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, terdapat beberapa fokus optimalisasi yang sedang dan akan dilakukan:

  • Peningkatan Kapasitas TPST: Pemkot bersiap memaksimalkan pengolahan sampah hingga 85 ton per hari di TPST Santiong dan 10 ton per hari di TPST Lebaksaat. Peningkatan ini akan ditunjang oleh pengadaan mesin pengolahan baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini.
  • Pengolahan Berbasis Kawasan: Selain fasilitas utama, pemerintah berencana menempatkan mesin pengolahan skala kecil di berbagai wilayah untuk mempercepat target pengurangan sampah yang dikirim ke TPA.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Pengelolaan dari hulu terus didorong melalui penerapan Hari Organik dan Hari Anorganik, serta pembiasaan memilah sampah langsung dari rumah.
  • Dukungan Sarana Operasional: Melalui program ISWMP, Kota Cimahi mendapatkan suntikan dukungan berupa kendaraan pengangkut sampah, mobil pikap, dan motor sampah guna memperlancar operasional di lapangan.
  • Penguatan Kelembagaan: Pemkot juga menerapkan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada UPTD Pelayanan Persampahan agar manajemen lebih efektif.

​Mewakili Pemerintah Kota Cimahi, Ngatiyana memberikan apresiasi tinggi atas dukungan program ISWMP dari pemerintah pusat dan World Bank.

Melalui kolaborasi dan evaluasi ini, diharapkan Kota Cimahi dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, efektif, dan mampu mewujudkan lingkungan perkotaan yang jauh lebih bersih dan sehat secara bertahap. ( HS )

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *