Example floating
Example floating
OrganisasiPemerintahanRegional

BNN Gelar Program Desa Bersinar di Bojongkoneng, Libatkan Orang Tua dan Anak

18
×

BNN Gelar Program Desa Bersinar di Bojongkoneng, Libatkan Orang Tua dan Anak

Share this article
Example 468x60

KBB, Radarinterpol.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar sosialisasi dan pelatihan pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui program Desa Bersinar atau Bersih dari Narkoba di Aula Kantor Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan unsur masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak usia sekolah, sebagai upaya membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba. Dalam pelaksanaannya, BNN menghadirkan narasumber yang memberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika, jenis-jenisnya, serta langkah pencegahan dan penanganan bagi masyarakat.

Kepala Desa Bojongkoneng, Tarmaya, S.Pd., mengatakan kegiatan Desa Bersinar tersebut telah dilaksanakan untuk keempat kalinya.

Menurut dia, program ini menjadi kesempatan bagi warga untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai narkotika secara langsung dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

“Program Desa Bersinar ini sudah yang keempat kalinya dilaksanakan. Kami menyambut baik kegiatan dari BNN karena masyarakat bisa bertanya langsung kepada ahlinya mengenai apa itu penyalahgunaan narkoba, jenis-jenisnya, serta bagaimana cara mengantisipasinya,” ujar Tarmaya.

Ia mengungkapkan, pemahaman masyarakat mengenai narkotika dan dampak penyalahgunaannya masih perlu ditingkatkan. Melalui kegiatan tersebut, warga diharapkan tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan persoalan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar.

Tarmaya menjelaskan, program Desa Bersinar dilaksanakan secara bergiliran di sejumlah desa. Pada tahun sebelumnya, program tersebut digelar di Desa Cipada, sedangkan pada tahun ini Desa Bojongkoneng menjadi salah satu lokasi pelaksanaannya.

Ia menuturkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pencegahan sangat penting, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak maupun warga lainnya.

Ia berharap sosialisasi tersebut dapat memperkuat kepedulian keluarga dan lingkungan terhadap bahaya narkotika.

“Kalau ada warga yang mengalami masalah penyalahgunaan narkoba, masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana prosedur penanganannya.
Misalnya, ke mana harus berkonsultasi dan bagaimana proses rehabilitasi bagi pengguna yang membutuhkan bantuan,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran BNN dapat membantu memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat, termasuk mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur. Dengan demikian, warga diharapkan tidak ragu mencari informasi dan bantuan ketika menghadapi persoalan tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan BNN Kabupaten Bandung Barat, Yunita Chandra Utami, menerangkan bahwa kegiatan di Desa Bojongkoneng merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga agar mampu melindungi diri dari ancaman narkoba.

Yunita menjabarkan, program tersebut tidak hanya berbentuk sosialisasi, tetapi juga pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan orang tua dan anak dalam menghadapi berbagai risiko penyalahgunaan narkotika.

“Ini seperti pelatihan untuk orang tua, baik ayah maupun ibu, bersama anaknya. Kegiatannya dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, dengan jadwal satu kali dalam seminggu. Tujuannya agar keluarga memiliki ketahanan terhadap narkoba,” jelas Yunita.

Ia membeberkan, materi pelatihan dibagi menjadi tiga sesi, yakni sesi khusus orang tua, sesi anak, serta sesi bersama keluarga. Pembagian tersebut dilakukan agar setiap anggota keluarga memperoleh pemahaman dan keterampilan yang sesuai dengan perannya dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Dalam kegiatan di Desa Bojongkoneng kali ini, tercatat 20 peserta hadir, terdiri atas 10 anak usia sekolah dasar dan 10 orang tua mereka. Yunita menyebutkan, sasaran program mencakup orang tua dan anak berusia minimal 12 tahun.

Melalui pelatihan tersebut, orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan anak, memberikan pemahaman tentang risiko narkoba, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat. Sementara itu, anak-anak dibekali pemahaman agar mampu mengenali risiko dan menghindari perilaku yang dapat mengarah pada penyalahgunaan narkotika.

Yunita menyebutkan, respons masyarakat Desa Bojongkoneng terhadap program tersebut selama ini positif. Ia berharap pelaksanaan program Desa Bersinar dapat terus mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan narkoba.

“Harapannya, Desa Bojongkoneng benar-benar menjadi desa yang bersih dari narkoba. Itu tujuan utama dari program ini,” pungkasnya. (Rn/Hdr)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *