Example floating
Example floating
PemerintahanRegional

RAKOR PENANGANAN BANJIR LONGSOR HUMBANG HASUNDUTAN: SINERGI PUSAT–DAERAH PERCEPAT PEMULIHAN

486
×

RAKOR PENANGANAN BANJIR LONGSOR HUMBANG HASUNDUTAN: SINERGI PUSAT–DAERAH PERCEPAT PEMULIHAN

Share this article
Example 468x60

Radarinterpol.com-Humbahas ,- Penanganan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Humbang Hasundutan memasuki tahap penting. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Posko Bencana Panggugunan—sebuah pertemuan yang menandai perhatian serius dan kerja bersama lintas level pemerintahan.

Rakor dipimpin oleh Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi, Nelwan Harahap, S.P., M.Tr.A.P., bersama Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., serta seluruh unsur OPD, TNI–Polri, dan relawan.

Kehadiran Direktur Nelwan Harahap di posko bencana memberikan sinyal bahwa kondisi Humbang Hasundutan mendapat atensi nasional. Tidak hanya menerima laporan, tetapi memastikan tindak penanganan berjalan sesuai standar keselamatan dan kecepatan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Penanganan bencana tidak boleh berjalan parsial. Semua unsur harus satu komando dan bergerak presisi dengan prioritas keselamatan warga,” ujar Nelwan dalam arahannya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat siap mengirim tambahan logistik, peralatan, maupun tim teknis jika situasi membutuhkan.

Dalam rakor tersebut, Bupati Oloan Nababan menyampaikan bahwa sejak awal bencana terjadi, seluruh potensi daerah telah dikerahkan. Mulai dari alat berat, tenaga evakuasi, hingga distribusi logistik.“Tidak boleh ada warga yang terisolasi. Akses harus dibuka, keluarga terdampak harus terdata, dan bantuan harus tepat sasaran,” tegasnya.

Pemkab juga menetapkan pelaporan situasi setiap empat jam untuk menjaga kelancaran distribusi bantuan dan pembersihan jalur yang tertutup material longsor.

BPBD Humbang Hasundutan melaporkan beberapa kondisi terbaru:

Longsor dan banjir masih terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Pakkat, Onan Ganjang, dan wilayah Panggugunan.

Beberapa ruas jalan sempat tertutup lumpur dan tanah, dan kini dalam proses pembersihan oleh alat berat.

Tim gabungan bergerak membuka akses darat, melakukan evakuasi, serta mengirim kebutuhan mendesak ke titik pengungsian.

TNI–Polri turut memperkuat kerja lapangan, mengamankan area rawan dan membantu proses evakuasi. Relawan juga menjalankan dapur umum serta mendukung distribusi bantuan.

Rakor menghasilkan tiga keputusan strategis:

1. Pembukaan Akses Darat Secara Prioritas

PUTR dan BPBD bekerja paralel untuk menormalkan jalur utama dan jalur alternatif, terutama di titik rawan terputus.

2. Distribusi Logistik Tanpa Hambatan

Dinas Sosial dan jajaran kecamatan memastikan semua kebutuhan dasar—pangan, obat-obatan, selimut, kebutuhan anak—tersalurkan merata, termasuk ke desa yang sulit dijangkau.

3. Pendataan Kerusakan dan Penilaian Cepat

Tim melakukan pemetaan rumah rusak, fasilitas publik, lahan pertanian, serta menentukan zona aman untuk pengungsian terpusat. Data ini menjadi landasan untuk bantuan lanjutan dan tahap early recovery.

Dengan potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, Direktur Nelwan meminta seluruh pihak memperkuat sistem peringatan dini. Koordinasi dimaksimalkan untuk meminimalisir risiko bencana susulan di kawasan perbukitan dan sungai.

Bupati Oloan Nababan menegaskan bahwa Pemkab Humbahas tetap dalam status siaga penuh.“Penanganan hari ini bukan hanya untuk mengatasi dampak bencana, tetapi memastikan keselamatan warga ke depan. Semua bergerak, semua siaga.”

Rakor diakhiri dengan komitmen bersama: pusat dan daerah akan terus berada dalam satu garis koordinasi hingga pemulihan berjalan tuntas. (P.Lumbangaol)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *