Example floating
Example floating
PemerintahanRegional

HPSN 2026 di KBB Jadi Momentum Perkuat Kesadaran Pengelolaan Sampah Berkelanjutan.

320
×

HPSN 2026 di KBB Jadi Momentum Perkuat Kesadaran Pengelolaan Sampah Berkelanjutan.

Share this article
Example 468x60

Radarinterpol.com — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Al Hilal, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kamis (07/05/2026),

mengusung tema Bewara Bersama Warga Reksa Alam, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Berbagai agenda turut digelar, mulai dari edukasi lingkungan, aksi bersih-bersih kawasan, hingga sosialisasi pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail menegaskan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai elemen lingkungan, kesadaran kolektif terkait pentingnya pengelolaan sampah terus meningkat.

“Masyarakat juga didorong untuk mulai menerapkan pola hidup ramah lingkungan guna menjaga kelestarian alam dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan di wilayah Bandung Barat,” ucapnya.

Asep Ismail mengatakan, kegiatan HPSN 2026 merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di kawasan Waduk Saguling, Kecamatan Cihampelas, pada 2025 lalu.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap persoalan lingkungan yang hingga kini masih menjadi tantangan besar,” ujarnya.

“Barusan kita sudah melaksanakan kegiatan HPSN 2026 Bandung Barat AMANAH melalui program BEWARA atau Bersama Warga Reksa Alam. Ini merupakan kegiatan kedua setelah tahun lalu dilaksanakan di Cihampelas, dan tahun ini dipusatkan di Pesantren Al Hilal, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin,” ungkap Asep.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi harus menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran dan budaya peduli lingkungan di masyarakat.

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan kerja nyata serta kolaborasi dari seluruh pihak. Kondisi sampah di sejumlah kawasan pasar maupun lingkungan permukiman menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Asep juga mengingatkan bahwa persoalan sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, hingga menurunnya kualitas kawasan strategis seperti Waduk Saguling.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap peringatan HPSN 2026 mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesadaran untuk mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab. (Hendra)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *