Example floating
Example floating
PemerintahanRegional

Dinas Kesehatan Humbahas Gerak Cepat Tangani Korban Banjir–Longsor Dan Cegah Wabah Pasca Bencana

308
×

Dinas Kesehatan Humbahas Gerak Cepat Tangani Korban Banjir–Longsor Dan Cegah Wabah Pasca Bencana

Share this article
Example 468x60

Radarinterpol.com-Humbahas,– Gelombang banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra sejak akhir November 2025 tercatat sebagai salah satu bencana terbesar dalam dua dekade terakhir.

Sebanyak 836 orang meninggal dunia, 2.700 luka berat, dan 509 warga masih hilang, sementara total 1,47 juta jiwa terdampak di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Sumatera Utara, dampak kerusakan terbilang parah dengan 309 warga meninggal, 165 hilang, serta kerusakan infrastruktur yang meliputi 271 jembatan, 282 sekolah, dan ribuan rumah yang hanyut atau terendam.

Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup berat. Tercatat 9 warga meninggal, puluhan rumah rusak, serta sejumlah desa terisolasi akibat longsor yang memutus akses jalan.

Di tengah situasi darurat, Dinas Kesehatan Humbahas bergerak cepat memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Humbahas Alex Gultom menyampaikan bahwa sejak hari pertama bencana, seluruh jejaring kesehatan dari puskesmas, rumah sakit, hingga tenaga surveilans epidemiologi langsung diaktifkan.

“Fase pascabencana adalah masa paling rawan. Kami wajib mencegah munculnya korban tambahan akibat penyakit,” tegas Alex Gultom.

Ia menjelaskan, pelayanan tidak hanya difokuskan pada penanganan korban luka, tetapi juga pada pencegahan wabah, pemulihan sanitasi, hingga dukungan kesehatan mental di pengungsian.

Dalam beberapa lokasi, akses menuju desa terdampak tertutup total sehingga tenaga medis harus berjalan kaki membawa obat-obatan. “Tidak boleh ada warga yang luput dari layanan medis. Jika kendaraan tak bisa masuk, tim kami berjalan kaki,” ujar Alex.

Dinas Kesehatan Humbahas mencatat: 1.284 warga menjalani pemeriksaan kesehatan, 652 warga dengan luka ringan dan sedang berhasil ditangani, 118 kasus ISPA, diare, dan infeksi kulit ditangani secara khusus, 38 ibu hamil mendapat pemeriksaan darurat, 12 pasien dirujuk ke RSUD Doloksanggul

Untuk mencegah penyakit pasca banjir, Dinkes melakukan langkah intensif berupa: Pembagian 3.200 tablet penjernih air, Distribusi 430 paket alat kebersihan keluarga, Edukasi “Air Bersih Aman” di titik-titik pengungsian

Bencana besar tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga luka psikologis. Tenaga kesehatan jiwa diturunkan untuk mendampingi: Anak-anak yang kehilangan rumah, Lansia yang mengalami shock,Keluarga korban meninggal atau hilang, Banyak warga mengalami ketakutan berlebih. Kami hadir agar mereka tidak berjuang sendiri,” tuturnya.

Untuk menjaga kelancaran distribusi bantuan, Dinkes Humbahas meningkatkan koordinasi dengan: BNPB, BPBD Sumut, Kementerian Kesehatan, TNI–Polri, Relawan dan lembaga kemanusiaan

Bantuan berupa obat-obatan, makanan bergizi, air bersih, tenda, selimut, dan perlengkapan kesehatan terus disuplai ke wilayah terdampak.

Alex Gultom menegaskan bahwa pelayanan kesehatan akan terus berjalan sepanjang masa pemulihan.“Kami mengajak warga menjaga kebersihan, mengikuti arahan tenaga medis, dan segera melapor jika mengalami gejala penyakit. Kita kuat karena saling menjaga.”

Melalui kerja cepat, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan masyarakat, Kabupaten Humbang Hasundutan berupaya menjaga warganya tetap aman dari ancaman kesehatan yang sering muncul pasca bencana. (P.Lumbangaol)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *