Jakarta-RadarInterpol.com Dalam semangat mempererat sinergi antarlembaga, Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., melakukan kunjungan kehormatan ke Gubernur DKI Jakarta Dr. H. Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (5/6/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antara TNI Angkatan Laut—khususnya Koarmada RI—dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuannya jelas: membangun kolaborasi yang solid guna menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi strategis masing-masing institusi.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, kedua pimpinan berdiskusi mengenai berbagai potensi sinergi, terutama dalam pengelolaan wilayah pesisir, keamanan laut perkotaan, hingga peran aktif Pemprov DKI dalam mendukung kegiatan-kegiatan kemaritiman yang dilakukan TNI AL di wilayah ibu kota.
Laksamana Madya TNI Denih Hendrata hadir bersama jajaran perwira tinggi Koarmada RI, antara lain Asisten Intelijen (Asintel), Asisten Operasi (Asops), Asisten Potensi Maritim (Aspotmar), serta Wakil Asisten Perencanaan (Waasrena). Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya agenda ini, bukan hanya sebagai kunjungan seremonial, tetapi juga forum strategis untuk menyelaraskan langkah ke depan.
“Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki posisi yang sangat vital, termasuk dalam aspek pertahanan dan keamanan maritim. Sinergi antara TNI AL dan Pemprov DKI menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan maritim nasional,” ungkap Pangkoarmada RI di sela-sela pertemuan.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Dr. H. Pramono Anung menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang berkelanjutan antara unsur militer dan pemerintah daerah demi menciptakan kota yang aman, tangguh, serta responsif terhadap isu-isu strategis, termasuk yang menyangkut keamanan laut dan kawasan pesisir Jakarta.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih konkret dalam berbagai program, baik yang bersifat operasional, sosial, hingga pembangunan wilayah maritim strategis di Jakarta dan sekitarnya.
















