Example floating
Example floating
Pemerintahan

Kemenkes Sosialisasikan Pencegahan PD3I di Bandung Barat, Imunisasi Jadi Upaya Lindungi Anak

312
×

Kemenkes Sosialisasikan Pencegahan PD3I di Bandung Barat, Imunisasi Jadi Upaya Lindungi Anak

Share this article
Example 468x60

KBB, Radarinterpol.com—Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Imunisasi menggelar sosialisasi pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di wilayah yang dinilai rentan terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula HBS Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (4/11/2026).

Peserta yang hadir berasal dari masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Cimareme, termasuk kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta Kepala Desa Cimareme.

dr. Yana Mulyana, S.Ked., menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat dalam kegiatan tersebut hanya berperan sebagai lokasi pelaksanaan. Sementara itu, penyelenggara kegiatan merupakan Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurut Yana, kerentanan terhadap PD3I bukan hanya terjadi di Kabupaten Bandung Barat, melainkan juga menjadi perhatian di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Ia menegaskan, imunisasi merupakan salah satu langkah penting untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

Ia menambahkan, meskipun tidak menjamin perlindungan hingga 100 persen, peningkatan cakupan imunisasi diharapkan mampu menekan risiko terjadinya penyakit pada
bayi dan anak.

“Imunisasi memang tidak sepenuhnya memberikan perlindungan 100 persen. Namun, ini merupakan salah satu upaya agar anak-anak kita terlindungi. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, diharapkan kasus penyakit pada bayi dan anak bisa semakin berkurang,” ujarnya.

Yana juga menyoroti masih adanya sebagian masyarakat yang memiliki pemahaman bahwa vaksinasi tidak diperbolehkan berdasarkan alasan agama. Padahal, menjaga kesehatan dan melindungi generasi penerus merupakan hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama.

Ia mengaitkan upaya tersebut dengan pesan dalam Al-Qur’an, khususnya Surah An-Nisa ayat 9, yang mengingatkan umat agar tidak meninggalkan generasi penerus dalam kondisi lemah, baik secara fisik maupun ekonomi.

Lebih lanjut, Yana menuturkan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi memiliki risiko mengalami dampak serius akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

“Dampaknya tidak hanya berupa gangguan kesehatan, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian,” tambahnya.

Karena itu, ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sejak dini. Para peserta yang terdiri dari kader, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Yana berharap para peserta dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat luas serta mendorong para orang tua agar tidak mengabaikan pemberian imunisasi kepada anak-anaknya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Respons positif tersebut diharapkan menjadi awal yang baik dalam mendukung pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Bandung Barat.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan seperti ini, para pemangku kepentingan bisa menjadi ujung tombak dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi anak-anak kita. Melihat antusiasme peserta, kami berharap program imunisasi di Kabupaten Bandung Barat dapat terlaksana dengan sukses,” pungkasnya. (Rini)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *