Example floating
Example floating
PemerintahanRegional

Polres Cimahi Genjot Swasembada Jagung di KBB, Targetkan Produksi 2.500 Ton dari 1.700 Hektare Lahan

139
×

Polres Cimahi Genjot Swasembada Jagung di KBB, Targetkan Produksi 2.500 Ton dari 1.700 Hektare Lahan

Share this article
Example 468x60

BANDUNG BARAT, RADARINTERPOL.COM — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus didorong melalui berbagai program di daerah. Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Polres Cimahi mengambil peran dengan mengoptimalkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif untuk ditanami jagung hibrida bersama masyarakat dan kelompok tani.

Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda swasembada pangan yang tengah digencarkan pemerintah. Selain meningkatkan produksi komoditas strategis, program ini juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi warga yang terlibat dalam sektor pertanian.

Polres Cimahi menargetkan pengembangan lahan jagung seluas 1.700 hektare di wilayah Bandung Barat. Dari luasan tersebut, produksi jagung hibrida ditargetkan mencapai 2.500 ton dan hasilnya akan diserap oleh Perum Bulog sesuai standar yang ditetapkan.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan hingga Juni 2026 program tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 334,50 hektare lahan telah ditanami jagung dan menghasilkan panen sebesar 377,5 ton.

Dari total hasil panen itu, sebanyak 165 ton telah diserap Bulog karena memenuhi persyaratan kualitas, yakni memiliki kadar air di bawah 14 persen dan kandungan antitoksin di bawah 50 ppb.

“Polri hadir untuk berkontribusi langsung pada program strategis pemerintah. Lewat panen raya ini, kita ingin ekonomi petani bergerak naik,” kata AKBP Niko, Rabu (10/6).

Menurut Niko, keberhasilan program swasembada jagung tidak hanya bergantung pada perluasan lahan tanam, tetapi juga pada dukungan sarana produksi yang memadai. Karena itu, Polres Cimahi turut memfasilitasi petani dengan berbagai bantuan untuk menunjang produktivitas pertanian.

Bantuan yang diberikan meliputi traktor bajak, pupuk NPK, hingga bibit jagung hibrida unggul. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan program yang sedang berjalan.

“Tentunya kami juga memberikan bantuan, sebagai langkah dukungan agar meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.

Program ini juga membawa dampak langsung bagi warga yang terlibat. Salah satunya dirasakan oleh Ita Sumitra (60), petani di Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan. Bersama puluhan petani lainnya, ia kini mengelola tanaman jagung di kawasan perbukitan yang sebelumnya ditanami tanaman keras.

Ita mengaku baru pertama kali menanam jagung setelah mengikuti pelatihan yang diberikan sebelum program berjalan. Selama sekitar empat bulan terakhir, ia aktif mengelola lahan yang kini menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi pangan di Bandung Barat.

“Sudah 4 bulanan, sebelumnya ya serabutan. Jadi sebelum ikut bertani, ada pelatihan dulu. Untuk menanam jagung saya pribadi baru sekarang,” kata Ita.

Pemanfaatan lahan tidur untuk budidaya jagung hibrida tersebut menjadi salah satu langkah yang dinilai strategis di tengah kebutuhan peningkatan produksi pangan nasional. Selain mendorong ketersediaan komoditas pangan, program itu juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sektor pertanian yang lebih produktif ( Hendra ).

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *